Kamis, 14 Mei 2009

teChnLoGY IP ADDRESS

Tutorial : IP Address

IP Address

1. Apa itu IP address?

Bagaimana komputer-komputer yang terhubung ke jaringan internet saling berhubungan dan mengirimkan pesan? Masalah ini analog dengan masalah pengiriman surat di dunia nyata. Misalkan saya yang berdomisili di Aquarius 16 Bandung ingin mengirim surat kepada Hifni yang beralamat di jalan xxx no 100 Condongcatur Sleman. Pertama, saya akan menuliskan isi surat saya dalam sebuah kertas. Lalu surat tersebut akan saya masukkan ke dalam amplop. Mengapa saya masukkan ke dalam amplop? Agar surat saya terlindung. Dengan menggunakan amplop, resiko kerusakan surat saya akan lebih kecil daripada tidak menggunakan amplop. Setelah itu akan saya tuliskan alamat Hifni pada amplop surat tersebut, dan tak lupa nama Hifni, karena jika tidak dituliskan namanya, surat tersebut bisa nyasar ke kakak atau adiknya. Saya juga menuliskan nama dan alamat saya pada bagian belakang amplop, agar apabila Hifni ingin membalas surat saya, dia mengetahui alamat saya. Apabila alamat surat tersebut benar, prangkonya cukup, dan rute menuju rumah Hifni bisa dilalui, surat tersebut pasti akan sampai.

Pada kuliah pertama ini kita akan membahas salah satu komponen penting dalam jaringan komputer. Komponen itu adalah IP (Internet Protocol) address, yang analog dengan alamat rumah pada pengiriman surat di atas. IP address (versi 4) tersusun atas bilangan biner (0 dan 1) sepanjang 32 bit (binary digit) yang terbagi atas empat segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit. Artinya memiliki nilai desimal 0 (00000000) sampai 255 (11111111). Jadi secara kasar dapat disimpulkan bahwa jumlah alamat yang bisa dipakai oleh komputer di seluruh dunia yang terhubung ke internet sebanyak 232 buah (walaupun ada IP tertentu yang tidak dipakai dengan alasan khusus). Untuk mempermudah pembacaan, alamat IP tersebut biasanya dituliskan dalam bilangan desimal misalnya 167.205.35.31. Struktur alamat IP dibagi menjadi dua bagian yaitu Network ID dan Host ID. Sesuai namanya, Network ID berfungsi mengidentifikasi pada jaringan mana suatu komputer berada, sementara Host ID berfungsi mengidentifikasi suatu komputer (host) pada suatu jaringan. Dalam satu jaringan, host ID harus unik, sebagaimana analogi dalam satu jalan, tidak boleh ada rumah dengan nomor sama. Jaringan yang berbeda network idnya dipisahkan oleh router.

2. Kelas-kelas IP address

IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.

Kelas A :

- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh

- Bit pertama : 0

- Panjang Network ID : 8 bit

- Panjang Host ID : 24 bit

- Byte pertama : 0 – 127

- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)

- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx

- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A

IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.

Kelas B :

- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh

- 2 bit pertama : 10

- Panjang Network ID : 16 bit

- Panjang Host ID : 16 bit

- Byte pertama : 128 – 191

- Jumlah : 16.384 kelas B

- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B

IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.

Kelas C :

- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh

- 3 bit pertama : 110

- Panjang Network ID : 24 bit

- Panjang Host ID : 8 bit

- Byte pertama : 192 – 223

- Jumlah : 2.097.152 kelas C

- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx

- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.

IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

3. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan IP address

Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :

- Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.

- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset 1). Nework ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamt broadcast maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.

- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset 0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.

- Host ID harus unik dalam satu network.

4. Penutup

Jadi, dengan semakin berkembangnya pengguna internet, alamat IP yang tersedia pun semakin sedikit. Perancang IP address dulu tidak menyangka bahwa perkembangan internet akan sedemikian pesat. Lalu bagaimana solusinya? Ada beberapa alternatif yang kini tengah dilakukan. Pertama melakukan penghematan pemakaian IP address dengan cara Subnetting, Supernetting, NAT, dll. Kedua, melakukan migrasi dari IP versi 4 ke IP versi 6 yang mempunyai alokasi sampai 3,4 x 1038.

Untuk melihat konfigurasi IP Anda, buka command prompt (Windows) lalu ketikkan ipconfig /all, lalu tekan enter. Untuk UNIX, buka shell/terminal lalu ketikkan ifconfig lalu tekan enter. IP address pada komputer dapat ditentukan secara static maupun dynamic. Penentuan secara static dilakukan dengan mengeset alamat IP pada komputer secara langsung. Sedangkan penentuan secara dynamic dilakukan dengan menggunakan dial up ke ISP (internet service provider) atau dengan cara menghubungkan diri dengan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Sebagai contoh, komputer di lab Informatika Dasar I Teknik Informatika ITB mendapatkan IPnya secara dynamic melalui server ns.if.itb.ac.id sehingga alamat IPnya pada suatu saat bisa berubah secara otomatis. Keuntungan menggunakan DHCP adalah mampu mencegah IP conflict atau terdapatnya IP address yang sama pada satu jaringan.

Jumat, 10 April 2009

Mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantor tampaknya kini telah memiliki flash disk. Ya, flash disk menjadi salah satu alternatif media penyimpan

Menurut laporan OSNews, Nvidia akan tetap mempertahankan posisinya untuk menutup kode program untuk driver-drivernya. Berbeda dengan bebrapa vendor yang membuka kode program bagi drivernya untuk digunakan di Linux, Nvidia tetap menutupnya dan memberikan driver dalam format binary. Beberapa waktu lalu hal ini sempat menjadi polemik, sebab antar muka binary kepada kernel hanya akan memberikan masalah bagi developer kernel. Disamping itu dengan terbitnya GPL versi 3, driver biner yang diload ke dalam kernel bisa dikategorikan sebagai DRM. Meskipun demikian Nvidia tetap konfiden bahwa dengan proposisi seperti ini, Nvidia akan tetap diterima di lingkungan Linux dengan baik.

tentang KOMPUTER

Tips dan trik cara membersihkan monitor yang baik 

- Monitor yang menggunakan LCD
Biasanya pada saat kita membersihkan layar LCD kita akan menggunakan air ledeng atau tisu/lap seperti pada saat kita membersihkan layar yang menggunakan CRT, akan tetapi air ledeng atau tisu/lap yang anda gunakan tersebut adalah cara kerja yang salah . . . Air ledeng yang anda gunakan tersebut sebenatnya mengandung klorida yang bisa meninggalkan layar resedu di layar LCD anda, sedangkan kalau menggunakan tisu/lap bisa melecetkan layar monitor anda yang sensitif apa lagi jika anda menggunakan tisu/lap yang sembarangan.
Jika anda ingin aman pada saat membersihkan layar monitor, sebaiknya anda membeli peralatan untuk membersihkan layar monitor anda di toko komputer, harga cukup bervariasi mulai dari yang 20.000- 150.000, tapi jika anda tidak mempunyai uang anda bisa mempersiapkannya sendiri, alat-alatnay sebagai berikut :

1. Anda bisa menggunakan lap kaca mata atau sejenisnya yang penting kainnya yang halus, terbuat dari katun atau kainnya yang lembut.

2. Cairan pembersih kacamata.

Untuk melapnya anda harus hati-hati dan pastikan lapnya belum pernah di pakai, sedangkan dengan pembersih kacamata anda bisa menggunakan larutan campuran alkohol 70% dan air suling (atau air mineral) lankah-langkahnya sebagai berikut :

1. Pastikan computer anda mati dan pastikan kabel-kebelnya sudah tercabut agar tidak listrik yang mengalir.

2. Gunakan lap dari bahan berserat lembut seperti lap kacamata atau lap dari perangkat pembersih LCD yang kering lalu lap kan dengan hati-hati ke layar LCD tersebut.

3. Lalu semprotkan cairan pembersih ke lap.

4. Lap dengan merata.

5. Setelah selesai biarkan layar LCD anda mati dan jangan di hidupkan sampai kering.

6. Setelah kering barulah anda hidupkan.

Agar layar LCD anda selalu tanpak bersih usahakan anda membersihkannya secara rutin atau berkala minimal sekali seminggu.

Cara Membersihkan mouse yang menggunakan bola 

Mouse merupakan perangkat yang paling rawan kena debu terutama mouse yang masih menggunakan bola, itu di sebabkan karena mouse anda sering manggunakan alas yang kurang bersih atau banyak debunya. Jika debu sudah banyak menempel pada mouse, mouse anda akan mengendat-endat pada saat menggunakannya.
Jadi cara pembersihannya kita harus mengelap bolanya dengan kain kering dan membersih sekitar mouse tersebut, dan gunakanlah cairan pembersih apabila kotoran pada mouse susah di hilangkan.

Memilih Flash Disk Yang Efektif 

Mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantor tampaknya kini telah
memiliki flash disk. Ya, flash disk menjadi salah satu alternatif media
penyimpanan data yang efektif. Melalui flash disk, anda dapat dengan mudah
membawa data ke mana saja. Nah, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan
sebelum anda memilih flash disk yang efektif.

Data-data yang tersimpan dalam flash disk tentunya berisi data-data penting.
oleh sebab itu, faktor keamanan menjadi hal yang perlu di perhatikan sebelum
memilih flash disk. Sebaiknya anda memilih flash disk yang memiliki chip pengontrol
dalam setiap unitnya. Ship pengontrol akan memungkinkan anda untuk menginstall flash
disk dengan berbagai macam software portabel seperti, security software dan file
syncronization.

Memindahkan data ke dalam flash disk tentu sering anda lakukan. Sebab, hal ini adalah
salah satu tujuan diciptakannya flash disk. mengingat kapasitas flash disk sudah relatif
besar, kecepatan transfer tentunya menjadi sangat penting. salah satu versi flash disk yang
dapat anda pilih adalah high speed USB 2.0 Flash disk.

Masa pemakaian rata-rate flash disk adalah sekitar 2-3 tahun. Oleh sebab itu, pastikan flash
disk yang anda pilih memiliki masa garansi.

Garansi flash disk dapat anda dapatkan jika membeli di tempat-tempat yang tepat dan terpercaya.

Faktor desain juga perlu anda perhatikan sebelum membeli flash disk. kini, ada berbagai macam
merek flash disk yang menawarkan desain-desain yang menarik. Selain bentuknya yang menarik,
perhatikan juga kelengkapan aksesori yang ditawarkan seperti, tersedianya tali gantungan,
penutup flash disk, dan kabel data.

Kini tersedia juga berbagai macam flash disk berdasarkan kapasitasnya. Nah, anda perlu memper
timbangkan berapakah kapasitas yang di perlukan sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar kebutuhan
data anda, maka sebaiknya pilihan flash disk yang berkapasitas besar pula. Hal ini untuk menganti
sipasi, anda membeli flash disk berulang-ulang karena kapasitasnya yang kurang.

Untuk mengantisipasi data dalam flash disk hilang, anda dapat mengunakan dua buah flash disk. Ya,
satu flash disk untuk data utama, sementara flash disk yang lainnya untuk data cadangan. Jadi jika
data dalam flash disk utama hilang, anda dapat menggunakan data dari flash disk cadangan.




Jenis-jenis CPU (Processor)

Berdasarkan pada banyaknya bit yang dikerjakan oleh ALU (Arithmatic Logic Unit), CPU dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

1. Bit Slices Processor

Perancangan cpu dengan menambahkan jumlah irisan bit (slices) untuk applikasi-applikasi tertentu. CPU jenis ini dapat pula dikatakan dengan CPU Custom. 

2. General Purpose CPU

CPU serbaguna atau mikrokomputer dengan semua kemampuan dari mini komputer terdahulu. 

3. I/O Processor

Prosesor khusus yang berfungsi menangani input/output request membantu prosesor utama. 

4. Dedicated/Embedded Controller 

Membuat mesin menjadi smart, seperti : mesin cuci, microwave, oven, mesin jahit, sistem pengapian otomotif. Prosesor jenis ini lebih dikenal dengan mikrokontroller.



Download USB FireWall Untuk Membunuh Virus USB

USB dan Flash Drives mungkin media paling rentan terjangkitnya virus dan spyware. Memang kita bisa menjaganya agar terlindungi dari virus namun saat di pinjamkan ke teman atau rekan, maka pada saat itulah virus dapat menerobos masuk.
Umumnya virus menerobos masuk saat auto launching aplikasi dan menginfeksi program dan file yang tersimpan didalamnya.

Saat USB atau drive flash tercolok di komputer anda, saat itu pula komputer anda berpotensi terjangkit virus. Maka diperlukan USB Firewal untuk pengguna OS Windows untuk melindungi komputernya dari virus USB. USB Firewall akan memblock semua virus dan program-program jahat lainnya yang mencoba masuk dan menyebar kejaringan sistem komputer anda saat prangkat USB di masukan.

Cara kerja USB Firewall, is berkerja di belakang layar dan memperingati kita dengan segera saat ada program apapun yang mencoba untuk meluncur secara otomatis. Saat itupula kita dapat menghentikannya dan men-deletenya. Dan yang penting untuk diketahui ialah USB FireWall tidak memerlukan update virus definition .

USB FireWall juga dapat membersihkan partisi hard disk dari aplikasi yang terluncur secara otomatis (Auto Launched Application). Maka kita bisa menghapus file nakal (malicious file) dan file autorun.inf hanya dengan sekali klik saja.

Jika ingin mendownload USB FireWall 1.1.3.

Silahkan Download USB FireWall 1.1.3 dan terlindungi dari virus yang menghuni USB Drive

TIPS & TRIK MERAWAT HARDDISK

1. Perawatan Harddisk secara Fisik


ü Selalu bersihkan Komputer anda

Untuk membersihkan bagian luar bisa digunakan cairan pembersih khusus atau dengan kain lap saja. Namun untuk bagian dalam harus digunakan kuas yang berukuran kecil agar dapat masuk ke bagian yang sempit. Kenapa bagian dalam komputer harus dibersihkan? karena terlalu banyak debu yang menempel dapat menyebabkan gangguan. Misal debu di kipas prosesor dan di heatsink akan menyebabkan proses pembuangan panas dari prosesor terhambat sehingga membuat komputer bersuhu lebih tinggi yang dapat mengakibatkan sistem mudah hang atau restart. Debu yang menumpuk di slot I/O atau RAM juga dapat menyebabkan short listrik

ü Anda harus menggunakan Stabilizer gunanya untuk menyetabilkan tegangan listrik yang masuk pada computer anda, karena listrik pada PLN itu sebenarnya tidak stabil sehingga dapat merusak pc kita. Bahkan jika anda betul-betul ingin menjaga PC kita kita bisa menggunakan UPS (Uninteruptable Power Supply).

ü Gunakan kipas secukupnya usahakan kipas prosesor anda sudah sesuai dengan jenis prosesor yang dipakai. Dan gunakan kipas sirkulasi di bagian depan sebagai pemasok udara dingin dan bagian belakang sebagai pembuang udara panas. Dan segera ganti kipas Anda apabila sudah melebihi dari lifetimenya (kadaluwarsa).

ü Usahakan untuk selalu menutup casing komputer dengan baik jangan sampai ada hewan yang masuk misalnya cicak atau kecoak karena ini dapat berakibat fatal selain itu casing yang terbuka akan membuat debu mudah masuk.


2. Perawatan Harddisk secara software



ü Defrag secara berkala Harddisk, karena windows dalam menulis data di sebuah hardisk dilakukan secara acak. Dan untuk merapihkan kembali susunan file-file tersebut dengan jalan defragment. Dengan tersusunnya file-file tersebut maka kecepatan komputer untuk membaca data akan semakin tinggi. Dapat digunakan software defragmentasi dari windows atau software lain misal Speedisk (Norton Utilities).

ü Uninstall software yang tidak terpakai karena semakin banyak software yang terinstall maka akan semakin memperberat kinerja sebuah komputer.

ü Apabila Anda terhubung dengan jaringan dan sharing file maka berhati-hatilah dalam men-share folder penting. Usahakan untuk tidak men-share sebuah drive data atau system karena ini sangat berbahaya.

ü Untuk keamanan data, buatlah backup data anda di tempat lain (jika ada dan memungkinkan dapat menggunakan drive eksternal).

ü Hapus shortcut yang tidak terpakai, karena semakin banyak shortcut maka proses start dan shutdown windows akan semakin lama.



Selasa, 24 Maret 2009

DIR3CT0RY PAD4 SYISTEM 0P3RASI LINUX

/ (root) 

Struktur direktori di Linux secara umum diawali dengan root filesystem “/” dan tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global. Partisi dimana di letakkan / (root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.

/boot 

Direktori boot tesimpan file-file boot loader diantaranya grub atau lilo. Kernel, initrd dan system.map juga terletak didalam /boot. Jika system yang digunakan menggunakan partisi LVM ataupun partisi dalam jaringan. Maka ada baiknya dibuatkan partisi kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional. /boot ini umumnya sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-main dengan kernel.

/sys 

Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ’system’.

/sbin 

Berisi file-file biner yang esensinya untuk sistem dan mengendalikan sistem. File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ’super binary’

/bin 

Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘binary’

/lib 

Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘library’

/dev 

Merupakan pseudo filesystem, atau directory yang isinya sebenarnya bukan benarbenar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘device’

/etc 

Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts, /etc/resolv.conf dan lain sebagainya. Di direktori /etc/init.d tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.


/home 

Semua direktori home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masing-masing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk server, direktori pengguna masih dikelompokkan lagi kedalam /home/users. Di dalama direktori /home/nama-user tersimpan konfigurasi-konfigurasi yang spesifik terhadap user tersebut. Oleh karena itu, berbeda user, walaupun berada di sistem yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda. Direktori /home merupakan direktori yang paling ‘dekat’ dengan user. Direktori /home ini bisa berisi dari dokumendokumen pekerjaan user hingga file-file hiburan seperti mp3 dan film juga termasuk foto-foto yang dimiliki oleh user. Oleh karena itu, untuk membatasi agar file-file di pengguna tidak mendesak file-file system, sangat umum untuk meletakkan direktori /home di partisi yang terpisah. Hal ini dapat menahan file-file yang disimpan user hingga total ukuran tertentu tanpa mengganggu ruang gerak system.

/media 

Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pada distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan device-device yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu susah-dan-repot menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direktori yang teerbuat baru di sana. Untuk workstation yang terintegrasi dengan jaringan, pada umumnya untuk melakukan mounting storage network juga diletakkan di /media. Dengan dikelompokkan seperti itu maka mudah untuk mengenali bahwa semua yang berada di dalam /media merupakan media penyimpan.

/mnt 

Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount point berada di /mnt. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘mount’

/opt 

Direktori /opt saat ini jarang digunakan. Beberapa paket software terpisah menggunakan direktori untuk menyimpan paket yang menuju ke lokasi manapun. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘optional’

/usr 

Sebuah sub-hirarki dari root filesistem di simpan didalam /usr. Didalam /usr tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user. Jika kita melihat kedalam direktori /usr maka kita juga akan menemukan direktori yang mirip dengan di / yaitu bin, sbin dan lib. Hanya saja, aplikasi dan librari yang terletak /usr tidak terlalu kritikal untuk sistem. Untuk istilah mudahnya, /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro. Misalkan menginstall melalui tar-ball, atau paket yang dibuat sendiri. Jika pengguna termasuk orang yang sering menambah-nambah aplikasi sendiri diluar bawaan paket yang disediakan untuk distro itu, maka direktori /usr sudah dipastikan akan cepat sekali membengkak. Ada baiknya untuk sistem yang penggunanya seperti itu, /usr di berikan partisi sendiri. Untuk aplikasi yang bisa langsung dijalankan, sistem linux akan membaca secara bersamaan yang ada di /bin dan di /usr/bin begitu juga untuk /sbin dan /usr/sbin. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘user’

/usr/share 

Merupakan tempat didalam /usr yang digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa dibagikan dan tidak terikat dengan platform. Misalnya seperti wallpaper yang bisa dan boleh digunakan oleh semua user akan diletakkan didalam /usr/share. Lalu ada juga fonts, dan sound theme yang berkaitan dengan tampilan.

/usr/doc 

Merupakan tempat untuk menyimpan dokumentasi dan catatan yang berkaitan dengan aplikasi. Apabila aplikasi third-party yang digunakan merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan baik, maka tentunya juga menyediakan file dokumentasi yang dapat dibaca di dalam /usr/doc

/usr/src 

Merupakan tempat untuk menyimpan source code dari aplikasi sistem. Yang paling umum tersimpan disini adalah source code dari kernel linux. Source code ini sangat bermanfaat untuk melakukan kompilasi ulang atau melakukan optimasi di tingkat kernel dengan dasar kernel sebelumnya.

/usr/include 

Di direktori /usr/include tersimpan file-file header dari compiler C. File header ini mendefinisikan struktur dan konstanta yang dibutuhkan untuk membangun sebuah aplikasi yang standart. Direktori didalam /usr/include tersimpan header untuk compiler C++.

/usr/X11R6 

Menyimpan sistem X-Window dan hal-hal yang berkaitan dengan X-Window. Subdirectories dibawah /usr/X11R6 tersimpan binari X itu sendiri dan juga dokumentasi, file header, config. icon. sounf, dan sebagainya yang berkaitan dengan grafis.

/usr/local 

DI disini tersimpan aplikasi yang terinstall dan file yang yang digunakan di local machine. Jika komputer yang digunakan merupakan bagian dari sebuah jaringan besar, terus direktori /usr lokasi fisiknya terletak di komputer yang berbeda dan di bagikan kedalam jaringan untuk di mount kedalam /usr. Pada jaringan seperti ini, direktori /usr/local akan berisi barang-barang yang hendaknya tidak digunakan di banyak mesin dan hanya di gunakan di local machine saja. Karena kebanyakan komputer tidak memanfaatkan bentuk jaringan seperti yang disebutkan tadi, bukan berarti /usr/local menjadi tidak berguna. Jika kita menemukan aplikasi yang menarik dan secara official tidak tersedia dan bukan bagian dari distro yang digunakan, hendaknya kita menginstallnya kedalam /usr/local. Sebagai contoh, jika aplikasi tambahan yang umum akan tersimpan kedalam /usr/bin, maka aplikasi tambahan yang sifatnya lebih custom hendaknya di simpan di /usr/local/bin. Dengan cara ini maka dapat menghindarkan kebingungan dalam jenis aplikasi yang tersedia dan menjaga sistem tetap bersih dan rapi.

/root 

Merupakan direktori home-nya superuser (root). Harap jangan bingung dengan direktori root (/). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi sama sekali berfungsi sangat berbeda.

/var 

Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis. Jika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisah dikarenan direktori /var dapat membengkak dengan sangat cepat. Selain itu juga, dengan direktori /var dibuat partisinya sendiri atau secara fisik ditentukan lokasinya, maka dapat mencegah internal fragmentasi, dan proses pencarian file tidak terlalu jauh, hanya seputar cylinder itu-itu saja. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘variative’

/var/log 

Merupakan direktori untuk menyimpan berbagai macam log atau catatan yang berkaitan dengan sistem. Isi dari /var/log ini terus terupdate selama sistem berjalan. Oleh karena itu, /var/log merupakan alasan dan penyebab utama direktori /var dapat membengkak dengan gila-gilaan. Walaupun di linux sendiri tersendiri tersedia aplikasi logrotate untuk meredam percepatan pembengkakan direktori /var, tapi tetap juga jika tidak disiapkan ruang tersendiri, ukuran log ini dapat menghantam ruang kosong di sistem. Direktori /var/log ini hendaknya menjadi tempat pertama kita lari apabila di sistem terjadi keanehan. System log linux baik kok, keanehan pun akan di tuliskan dengan gamblang kedalam log. Misalkan pada webserver, /var/log/httpd/access.log akan mencatat siapa saja yang mengakses web yang terpasang dan menuju ke mana. Apabila banyak sekali yang mengunjungi web itu, maka file /var/log/httpd/access.log pun akan terupdate dengan kecepatan luar biasa yang susah untuk diikuti oleh pandangan manusia biasa. Misalkan juga /var/log/syslog, disana tersimpan log yang berkaitan dengan system. Misalkan kita colokkan flash disk, maka dengan mengamati /var/log/syslog kita bisa mengetahui apakah sistem bisa mengenali flashdisk itu dan melakukan auto mount, atau memberikan pesan yang lain. Dari / var/log/syslog juga misalnya kita bisa melihat apakan rule crontab yang kita buat berjalan sesuai waktunya atau tidak. Semakin banyak kejadian baik yang buruk atau yang baik terjadi di system, maka /var/log pun akan semakin membengkak.

/var/mail 

Merupakan direktori untuk menyimpan email masuk dan keluar. Direktori /var/mail ini akan sangat terasa fungsinya jika kita membuat mail server menggunakan postfix, sendmail atau qmail. Sebenarnya tanpa menggunakan mailserver itu, kita juga dapat mengirim email, hanya saja terbatas hanya dalam lingkup mesin kita dan user yang terdapat didalamnya. Apabila mesin yang kita gunakan hanya kita sendiri usernya, tentu saja tidak seru, maka perlu dibuatkan mail server yang sesungguhnya agar aktivitas kirim-mengirim email dapat seheboh dengan mail.yahoo.com ataupun mail.ugm.ac.id. Direktori /var/mail merupakan penyebab kedua yang membuat direktori /var dapat membengkak tidak karuan. Aktivitas dan lalulintas saling kirim email yang tinggi, ditambah lagi dengan attachment yang tidak masuk akal ukurannya, menyebabkan /var/mail bertanggung jawab penuh atas membengkaknya /var. Dengan di berikannya direktori /var sebuah partisi tersendiri, maka apabila direktori /var mentok ke total ukuran partisi, ‘hanya’ menyebabkan mailserver-nya macet. tapi sistem linux itu sendiri masih bisa berjalan dengan nyaman untuk mengatasi ‘kekacauan’ di /var. Ada juga cara agar direktori /var tidak segera penuh, dengan menerpakan quota di mail server.

/var/spool 

Direktori /var/spool merupakan direktori untuk menyimpan file-file yang spooling atau yang sedang mengantri untuk diproses. Yang umum berada didalam /var/spool ini adalah operasi printing. Apabila linux yang dibangun difungsikan sebagai prnter server, atau sharing printer, maka /var/spool ini juga perlu diperhatikan apabila yang menggunakan printer tersebut orangnya sangat banyak.

/var/run 

Di direktori ini tersimpan PID (Process ID) dari layanan-layanan yang berjalan. PID yang tercatat didalam /var/run ini nantinya akan digunakan oleh script didalam /etc/init.d/* untuk mengendalikan layanan yang tersedia di linux.

/proc 

Direktori /proc juga merupakan pseudo filesystem yang mirip dengan /dev. Bedanya, /proc ini murni hanya berkaitan dengan sistem dan tidak menyangkut pada device. Jika kita melakukan pengecekan ukuran penggunaan space, jangan terkceoh dengan direktori /proc yang tercatat menunjukkan memakan space sangat besar. Segala macam space yang tertulis disitu sama sekali tidak terdapat di dalam media penyimpanan harddisk. Jadi direktori /proc sebenarnya tidak ada sama sekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem, tetapi jika kita mengubah isi informasi dari beberapa file /proc juga dapat mengubah sifat jalannya sistem. Jangan takut apabila sistem berubah menjadi aneh tatkala kita mengubah isi /proc. Selama pengubahan isi hanya menggunakan echo, maka dengan merestart system, maka isi /proc pun akan langsung kembali ke semula. Misalkan kita ingin melakukan forwarding network, maka informasi pada /proc/sys/net/ipv4/ip_forward yang semula berisi 0 tinggal di ubah menjadi 1. Misalkan kita melihat informasi processor, maka kita dapat melihat dalam /proc/cpuinfo. Tapi jangan harap dengan mengedit /proc/cpuinfo maka kita akan mendapat cpu yang bekerja dengan clock cycle yang lebih menakjubkan.

/tmp 

Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘temporary’

/lost+found 

Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berasil di recover saat sistem crash. Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita sapat menemukan file yang hilang.